Rohmad Tri Hartanto alias Antok.|Facebook.

TULUNGAGUNG, Sketsakini.com| Kasus mutilasi yang jasadnya ditemukan dalam koper merah di Kendal, Ngawi, Jawa Timur menyisakan misteri. Mulai misteri tempat pembuangan, hingga kepala yang kembali masuk mobil setelah dibuang.

Korban adalah Uswatun Khasanah (Ana), 29 tahun, warga Bence, Garum,  Blitar. Eksekutornya, Rohmad Tri Hartanto alias Antok, 33, warga Tulungagung. Hubungan keduanya adalah pacar siri (rahasia) bukan suami-istri siri.

Antok membunuh Ana di hotel ternama di Kediri, kota di sebelah utara Tulungagung. Jasad korban dimasukkan dalam koper. Karena tidak cukup, Antok memutilasinya.

Jasad dalam koper dibawa ratusan kilometer dari Tulungagung setelah sempat menginap di rumah kosong nenek Antok. Sampai di kawasan Kabupaten Ngawi, koper yang dikemas rapi ala paket dibuang ke sungai kecil.

Antok meneruskan perjalanan ke arah Magetan, melewati daerah Parang ke arah selatan. Jalan ini tembus ke Sumoroto, Ponorogo. Jalan di sini cukup sepi karena melalui hutan negara. Di hutan tempat mengeksekusi anggota partai terlarang pasca kudeta 1965 yang gagal itu Antok membuang potongan kaki dan kepala yang dibungkus kresek putih.

Keanehan terjadi saat membuang kepala korban, kepala itu mental kembali dan masuk ke dalam mobil. Seolah menolak dibuang. Pelaku tidak meneruskan niatnya karena ada sepeda motor di belakang mobilnya.

Dia memilih memacu kendaraannya arah Sumoroto dan berbelok ke timur menuju Trenggalek lewat jalur selatan daerah Sawo di lereng Gunung Wilis. Sampai di jembatan Watulimo, Trenggalek, kepala Ana baru mau dibuang. Kali ini tak kembali ke mobil.

Antok meneruskan pelariannya ke arah Madiun. Di pertigaan Bulusari, Pandean, Taman, Madiun, dekat pemakaman umum mobil Antok dipepet aparat. Lewat penyergapan yang dramatis, pendekar kekar itu diborgol, dikeler untuk mencsri potongan tubuh korbannya, dan digelandang ke Polda Jatim untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Antok dijerat pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup.

Tinggalkan komentar

Sedang Tren