Wukuf di Arafah. (Rohmat Haryadi)

ARAFAH, Sketsakini.com | Khatib AM Pengurus Besar Nahdatul Ulama, KH Ahmad Said Anshari, menjadi khotib khutbah wukuf di Arafah, 9 Dzulhijah atau 5 Juni 2025. Dalam pesannya khotib mengutip khotbah Nabi SAW yang legendaris.

“Wahai umat manusia, sesungguhnya Tuhan kalian satu, nenek moyang kalian juga satu. Kalian semua anak turun Adam dan Adam dicipta dari tanah. Ketahuilah bahwa tak ada keutamaan bagi orang Arab atas orang non Arab, orang non Arab atas orang Arab, kulit putih atas kulit hitam, kulit hitam atas kulit putih kecuali dengan takwa.” (HR. Imam Ahmad).

Persaudaraan yang diajarkan Nabi adalah persaudaraan sejati. Persaudaraan tanpa basa-basi. Persaudaraan tanpa tapi. Persaudaraan yang penuh empati. Persaudaraan dengan sepenuh hati. Karena itu, sesama saudara kita tak boleh menyakiti, tak boleh
mengkhinati, dan tak boleh menzalimi.
ُ
“Sesama muslim itu bersaudara, (karena itu) ia tak boleh menzalimi, merendahkan, dan menghinanya.” (HR. Muslim)
Jauh sebelum negara-negara modern berbicara tentang hak asasi manusia, di tempat ini, di tanah ini, di padang Arafah ini, Nabi menyerukan tentang pentingnya penghargaan dan perlindungan nilai-nilai kemanusiaan.

“Wahai manusia, sesungguhnya darah-darah kalian, harta kalian, kehormatan kalian adalah suci, seperti sucinya hari ini, bulan ini, di tempat ini.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Labbaik Allahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik. Innal hamda wa ni’mata laka wal mulk, la syarika lak.

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan beragam. Terdiri dari banyak suku, ras, bahasa, dan agama. Mari kita jadikan seruan ukhuwah yang dideklarasikan Nabi pada 14 abad silam, sebagai semangat yang mampu meneguhkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Mari kita jadikan seruan ukhuwah yang dideklarasikan Nabi pada 14 abad silam, sebagai semangat yang mampu meneguhkan persatuan dan kesatuan bangsa.

“Mari kita jadikan keragaman bangsa sebagai kekuatan untuk membangun Indonesia
ke depan menjadi negara yang besar, maju dan sejahtera. Bangsa yang digambarkan dalam Al-Qur’an sebagai baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” katanya.

Tinggalkan komentar

Sedang Tren