Shalat Jumat di rooftop masjid Nabawi.

Surat panjang biasanya dibaca saat subuh. Karena pada waktu itu suhu Madinah paling jinak. Sekitar 32 derajat Celsius. Suhu paling rendah sepanjang hari. Karena pukul 00.00 dini hari saja suhu Madinah masih 40 derajat Celsius. Makanya, saat subuh biasanya surat yang dibaca imam cukup panjang.

Selain panjang, biasanya surat yang dibaca tematik. Misalnya, saat subuh di hari Ahad, atau hari minggu, atau Sunday (hari Matahari), maka surat yang dibaca pun bertema Matahari, At Takwir. Saat Matahari digulung.

Kembali ke suasana shalat Jumat di Masjid Nabi, pria paruh baya itu membenamkan wajahnya di samping lutut. Keringat sedikit membasahi wajahnya yang tirus. Ketika penulis berusaha memayunginya dia menolak. Dia memilih membenamkan wajahnya semakin dalam disamping lutut dengan topi putih sedikit melindunginya dari sengatan Matahari “sejengkal” di atas kepala.

Itulah suasana shalat Jumat di rooftop Masjid Nabawi, 17/5. Rooftop merupakan sebuah atap yang memiliki permukaan datar dan biasanya dipakai untuk orang yang ingin bersinggah di atas bangunan tersebut. Rooftop ini biasanya berbentuk dek dari beton, dan banyak yang memanfaatkan keberadaan rooftop sama seperti dalam ruangan.

Lantai rooftop Masjid Nabawi berlapis marmer sehingga tidak panas meskipun Matahari menyengatnya. Di lantai atas Masjid Nabawi ada kubah-kubah dan teras yang berfungsi memayungi sebagai atap. Namun, saat shalat Jumat, jamaah membludak sehingga tidak tertampung di ruang beratap.

Laman: 1 2 3

Tinggalkan komentar

Sedang Tren