Ilustrasi duit sitaan KPK.

JAKARTA, Sketsakini.com – Sejak Komisi Pemberantasan Korupsi menggelar operasi senyap di lingkungan Kementerian ATR/BPN, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid seolah menghilang dari panggung publik.

Dua hari berturut-turut, kursi Menteri ATR di ruang rapat Komisi II DPR, Senayan, kosong. Yang hadir menggantikan adalah Wakil Menteri, Ossy Dermawan.

Padahal, pada Selasa, 15 September 2025 — sehari setelah OTT itu — Nusron masih dijadwalkan hadir membahas pengelolaan aset Pemda dan BUMD bersama Mendagri Tito Karnavian dan sejumlah gubernur. Ia tak muncul. Sehari kemudian, Rabu, 16 September 2025, dalam rapat penetapan RKA K/L 2027, kursi itu kembali kosong “Terkait agenda dan jadwal Bapak Menteri, mungkin sudah menyesuaikan dengan agenda beliau yang sudah terjadwal,” kata Ossy berkelit di hadapan wartawan.

Ia menyebut Nusron masih aktif berkomunikasi, membantah isu sakit, namun tak bisa memastikan di mana sang Menteri berada.

Jejak 20 Koper

OTT KPK kali ini tak main-main. Sebanyak 17 orang diamankan. Penyidik juga menyita 20 koper dan tas berisi uang yang ditaksir mencapai Rp 100 miliar.

Empat orang yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan disebut sebagai orang dekat Nusron: Arif Sugiyanto, Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq, Erwin, dan Muhammad Fakhry. Kasus ini terkait dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) untuk Summarecon.

Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, tak menampik bahwa nama NW ikut didalami dalam pemeriksaan. “Terkait soal NW sudah disebutkan di pemeriksaan-pemeriksaan. Nah, ini memang sedang didalami oleh tim penyidik dalam proses penyidikan,” ujarnya di Gedung Merah Putih, Selasa malam. 

Sementara sumber di internal KPK menyebut, uang puluhan miliar dalam koper yang ditemukan di rumah Gus A diakui sebagai milik Nusron. “Uang-uang 20 pembeli di rumah Gus A diakui milik Nusron,” kata sumber tersebut

Istana Tidak Akan Intervensi

Istana memilih menjaga jarak. Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto menegaskan Presiden Prabowo Subianto tidak akan ikut campur.

“Pak Presiden itu selalu mengatakan bahwa kalau ada masalah hukum dan sebagainya, serahkanlah kepada aparat penegak hukum. Jadi dia tidak akan mau ikut campur soal begitu-begitu,” kata Bambang di Kompleks Parlemen.

Kini, publik menunggu: di mana Nusron Wahid?

Tinggalkan komentar

Sedang Tren