Ilustrasi aliran uang.

JAKARTA, Sketsakini.com – Kasus itu kini menemukan jejaknya sendiri. Tidak lagi sekadar bisik-bisik di koridor kekuasaan agraria, melainkan tumpukan dokumen dan sunyi yang disadap dari benda-benda elektronik.

Komisi Pemberantasan Korupsi menemukan petunjuk aliran uang itu pada Kamis, 18 September 2026. Lokasinya: sebuah rumah di Bekasi, Jawa Barat, milik Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN, Lampri.

“Dalam penggeledahan di wilayah Bekasi, Jawa Barat, penyidik menyita sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik soal petunjuk dugaan aliran uang yang terkait dengan perkara di ATR/BPN,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Jakarta, Sabtu, 19/9.

Menurut Budi, semua yang disita itu akan ditelaah. Dibaca pelan-pelan. Untuk merangkai peran Lampri – dan untuk melihat konstruksi perkara ini secara utuh, dari hulu hingga muaranya.

Perkara ini sendiri bermula dari operasi senyap. Pada 14 September 2026, KPK menggelar operasi tangkap tangan di seantero Jabodetabek. Sasarannya: dugaan korupsi pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor.

Sehari berselang, delapan nama ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka adalah Lampri; Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I Sontang Coin Manurung; Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adrianto Pitojo Adhi; dan Rizal Pahlevi, yang disebut sebagai perantara.

Empat nama lain menyusul: mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto; Ketua DPP Partai Golkar Fahd El Fouz alias Fahd Arafiq; serta dua pihak swasta, Erwin dan Muhammad Fakhry. Keempatnya diduga merupakan orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.

Gelombang penggeledahan pun berlanjut. Pada 17 September, penyidik menyisir ruangan Lampri, ruangan Dirjen Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang Virgo Eresta Jaya, dan ruangan Dirjen Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah Asnaedi, beserta direktorat terkait.

KPK menegaskan, ruangan Menteri Nusron Wahid tidak termasuk yang digeledah.

Sehari kemudian, 18 September, giliran kantor Summarecon dan kediaman Lampri yang didatangi.

Dari sanalah petunjuk itu muncul. Sepotong jejak uang, yang kini sedang diurai KPK menjadi sebuah cerita yang lengkap.

Tinggalkan komentar

Sedang Tren