
Dua judul kontroversial memicu kegaduhan, Muhammadiyah meminta negara turun tangan.
JAKARTA, Sketsakini.com – Lagi-lagi buku menjadi pemicu gaduh. Dua judul — Bukan Perawan Maria dan Memburu Muhammad — beredar dan menyulut amarah di media sosial. Penggalan isinya dinarasikan menistakan agama, ditulis oleh seseorang yang disebut pro-LGBT.
Muhammadiyah buka suara.
“Kita meminta pemerintah agar cepat bertindak agar hal-hal yang tidak kita inginkan tidak terjadi,” ujar Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas kepada detikcom, Minggu (27/9/2026).
Anwar menyesalkan, di negeri yang konstitusinya menjamin kemerdekaan beragama, masih ada pihak yang menghina ajaran agama tertentu.
“Hal tersebut kita sesalkan karena selain menyinggung perasaan umat dari agama yang mereka hina, hal tersebut juga berpotensi akan menimbulkan kegaduhan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dan hal tersebut tentu jelas tidak kita inginkan,” kata Anwar.
“Negara harus bersikap bila ada tindakan pelecehan terhadap ajaran agama,” lanjutnya.
Sebelumnya, Kementerian Agama juga menyayangkan kemunculan buku tersebut. Kemenag menilai buku itu berpotensi membuat gaduh kerukunan.
Di sisi penegakan hukum, Polda Metro Jaya bergerak. Kabid Humas Kombes Budi Hermanto mengatakan pihaknya baru mendapat informasi itu dan akan mendalami.
“Ini pasti akan didalami, baik itu dari Direktorat Siber apabila berada di dunia digital, maupun dari pihak Ditreskrimum,” ujar Budi di Bundaran HI, Kamis (24/9).
Kini bola ada di pemerintah. Apakah ini kritik, satire, atau penistaan — biarlah hukum yang memilah. Yang jelas, di ruang digital yang mudah terbakar, sebuah buku bisa lebih tajam dari peluru, dan lebih gaduh dari orasi.




Tinggalkan komentar