
PEGUNUNGAN ARFAK, Sketsakini.com — Ia bukan hanya presenter. Ia adalah suara Papua Barat di layar TVRI.
18 Juli 2026, pukul 11.05 WIT. Suryanto Tuwing Idorway, yang akrab disapa Yanto Idorway, dilaporkan hilang. Kabar awalnya terdengar seperti kecelakaan biasa: terseret arus Sungai Memti, Pegunungan Arfak.
Tim gabungan TNI-Polri, Basarnas, relawan, keluarga, masyarakat menyisir sungai itu selama 9 hari. Baru 27 Juli, tubuh Yanto ditemukan. Tak bernyawa.
Kala itu, cerita selesai sebagai musibah.
Tapi forensik bicara lain.
31 Agustus 2026, Polda Papua Barat menggelar perkara. Kombes Hesman Sotarduga Napitupulu mengatakan: ditemukan indikasi tindak pidana. Status naik dari penyelidikan ke penyidikan. Polres Pegunungan Arfak didampingi Ditreskrimum Polda. 23 saksi diperiksa. Autopsi diterima, tapi harus didalami lagi oleh ahli. Pasal yang disangkakan awal: Pasal 466 ayat (3) KUHP — penganiayaan yang mengakibatkan kematian.
Sketsakini mencatat, di sinilah narasi sungai yang deras mulai retak.
26 September 2026 — dua bulan setelah jenazah ditemukan — fakta baru diumumkan. Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Trihadi Kuncahyo mengonfirmasi:
“Dua orang ditetapkan tersangka.”
Inisial D dan P. Gelar perkara terakhir pada 25 September 2026 dengan Laporan Polisi LP/A/1/VII/2026/Polres Pegunungan Arfak/Polda Papua Barat menyatakan dua alat bukti cukup.
Pasalnya kini lebih berat: Pasal 458 ayat (1) dan/atau Pasal 466 ayat (3) juncto Pasal 20 huruf c UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP — pembunuhan dan/atau penganiayaan yang mengakibatkan matinya orang.
Yanto ternyata tidak tenggelam. Ia dianiaya.
Sungai Memti hanya menjadi panggung untuk menutupi jejak. Arusnya diharapkan bisa menghanyutkan luka, memar, dan kebenaran.
Tapi suara yang biasa ia hadirkan di depan kamera TVRI itu menolak diam. Ia menuntut untuk didengar, bahkan setelah tubuhnya berhenti bersuara.
Polisi berjanji profesional, transparan, akuntabel. Masyarakat diminta tidak berspekulasi.
Di Pegunungan Arfak yang dingin, satu pertanyaan masih menggantung di atas sungai: mengapa seorang presenter yang tugasnya memberi cahaya, harus dimatikan dengan cara seperti itu?




Tinggalkan komentar