
JAYAPURA, Sketsakini.com — Selasa itu, 29 September 2026. Pukul 15.15 WIT.
Langit Argapura menggantung rendah. Kelabu, berat, seperti menyimpan nama. Di bawahnya, di antara gang sempit dan desau angin pesisir Jayapura Selatan, sepasukan bayangan bergerak tanpa suara. Satgas Operasi Damai Cartenz. Mereka tidak berlari. Mereka merayap — seperti kabut yang tahu ke mana harus jatuh.
Di ujung kabut itu ada satu nama. Lama bersembunyi dalam lembar DPO, berganti inisial seperti ganti kulit: YYS alias OS alias K.
Ia 33 tahun. Baru Januari lalu menghirup udara bebas setelah tujuh tahun membusuk di penjara karena narkoba. Ia pikir bab itu selesai. Ternyata bab yang baru jauh lebih gelap: menjadi jembatan — tempat mesiu menyeberang, tempat kematian ditransaksikan.
Ketika kepungan yang tak terlihat itu mewujud, YYS tak berkutik. Pergelangan tangan yang dulu mengepal di jalanan, kini kembali dingin oleh borgol baja.
Penangkapan ini bukan kebetulan yang jatuh dari langit.
Sejak Maret 2026, penyidik menarik benang kusut itu pelan-pelan. Tiga belas orang lebih dulu diringkus — pemodal, pembeli, penyelundup. Dari mulut ke mulut, dalam interogasi yang senyap, semua telunjuk mengarah ke muara yang sama: YYS, sang calo. Sang perantara malam.
Bersamanya, besi-besi tua pemungut nyawa ikut dibaringkan.
Bukan satu-dua. 298 butir amunisi tajam. Lima magazen SS1. Satu pucuk rakitan. Dan enam laras karat peninggalan Perang Dunia II — senjata yang seharusnya sudah mati di museum, hendak dihidupkan kembali untuk meneror Cenderawasih.
Kini semua berjejer bisu di ruang barang bukti.
“Ini langkah bertahap untuk merubuhkan tembok jaringan secara menyeluruh,” ucap Kepala Operasi Damai Cartenz, Irjen Pol Faizal Ramadhani. Dingin, pendek, pasti.
Malamnya, YYS meringkuk di balik jeruji Ditreskrimum Polda Papua. Pasal 306 jo Pasal 20 UU Nomor 1 Tahun 2023 mengintip dari berkas — 15 tahun penjara menantinya.
Di luar, gerimis turun pelan di Jayapura. Membasuh jejak-jejak kaki yang tadi senyap. Satu rantai badai baru saja diputus.




Tinggalkan komentar