Malang, Sketsakini.com- Tujuh ilmuwan UB masuk daftar peneliti terbaik dunia 2026. Top 2% Researchers versi Stanford University & Elsevier BV. Naik 40 persen dari tahun lalu.

Dan tujuh nama itu — kami tulis lengkap seperti ijazah, karena gelar mereka adalah jejak lab yang panjang:

  1. dr. Jonny Karunia Fajar, Sp.PD.
  2. Ir. Nurul Huda, M.Sc., Ph.D.
  3. Raden Adharyan Islamy, S.Pi., M.P.
  4. Dr. dr. Nur Samsu, Sp.PD., KGH.
  5. Prof. Dr. Ir. Femiana Gapsari Madhi Fitri, S.T., M.T.
  6. Prof. Sujarwoto, S.IP., M.Si., Ph.D.
  7. Danung Nur Adli, S.Pt., M.Sc., M.Pt.

Ketua Kelompok Jabatan Fungsional Data Pemeringkatan Berbasis Web UB, Mahdin Rohmatillah, S.T., M.Sc., M.T., Ph.D., bilang: capaian ini bukan cuma soal jumlah. Tapi soal luasnya bidang.

Tahun 2025 cuma tiga subbidang. Tahun 2026 jadi lima subbidang:

General & Internal Medicine, Food Science, Fisheries, Materials, dan Dairy & Animal Science.

Jonny Karunia Fajar, Nur Samsu, Sujarwoto di General & Internal Medicine. Nurul Huda di Food Science. Femiana Gapsari di Materials.

Dan dua nama baru yang membuat Malang tahun ini berbeda:

  • Raden Adharyan Islamy — FPIK UB — di Fisheries. Dosen yang menatap nutrisi ikan, fermentasi pakan, kualitas air, bahkan tanaman invasif yang orang lain anggap gulma, ia lihat sebagai pakan alternatif. Ia bilang, publikasi bukan target. “Harapan saya ke depan penelitian-penelitian tersebut tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga memiliki manfaat praktis dan dapat dikembangkan menjadi inovasi yang relevan untuk budidaya ikan.”
  • Danung Nur Adli — FAST UB — di Dairy & Animal Science. Anak muda yang risetnya pakai meta-analysis, machine learning, deep learning, explainable AI, RStudio dan Python untuk membaca ulang ribuan penelitian peternakan yang sudah ada. Risetnya sudah sampai ke Bojonegoro — sensor suhu dan kelembapan untuk peternak. Ia cuma bilang pendek: “Saya apresiasi, terima kasih, karena salah satu saya bisa seperti ini karena disupport oleh UB.”

Dan ada peringkat yang naik diam-diam, yang Sketsakini catat:

Jonny Karunia Fajar kini urutan pertama di UB — peringkat dunia 77.639.
Femiana Gapsari melompat jauh — dari 273.515 di 2025 menjadi 161.679 di 2026.
Nur Samsu juga naik — dari 139.228 menjadi 116.295.

Itu bukan angka. Itu adalah 19.111 sitasi yang dipakai dokter di negara lain untuk menyembuhkan pasiennya. Itu adalah satu formula bio-lubricant dari daun kelor yang membuat mesin lebih dingin.

Mari membayangkan suatu malam di UB.

Di FK, Jonny dan Nur Samsu masih membaca EKG. Di Fapet lama yang kini jadi FAST, Danung mengetik kode Python sambil mengecek suhu kandang di Bojonegoro dari laptop. Di FPIK, Adharyan meneteskan probiotik ke kolam. Di Teknik, Femiana mengukur gesekan logam. Di FISIP, Sujarwoto menghitung kemiskinan yang tidak kelihatan di angka BPS.

Tujuh orang itu tidak pernah janjian. Tapi nama mereka bertemu di satu Excel milik Elsevier yang sama — Top 2%.

Karena di Malang, riset tidak tidur. Ia hanya berganti shift.

Tinggalkan Balasan

Sedang Tren