JakartaSketsakini.com – Jika politik adalah panggung, maka Partai Golkar adalah beringin tua yang akarnya menjalar jauh ke tanah kekuasaan. Di bawah rindangnya, Nusron Wahid pernah duduk sebagai Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian DPP periode 2024-2029. Kini, kursi itu kosong.

Sekretaris Jenderal Golkar, M. Sarmuji, mengabarkan sebuah jeda yang ternyata sudah lama terjadi. Bukan kemarin sore, bukan pekan lalu.

“Pak Nusron mundur dari pengurus lebih dari enam bulan lalu. Mungkin mau fokus untuk hal lain,” kata Sarmuji kepada wartawan, Senin, 21 September 2026.

Kalimat itu pendek, tapi mengandung jarak waktu yang panjang. Lebih dari enam bulan. Artinya, surat itu telah diserahkan jauh sebelum gaduh di Kementerian ATR/BPN merebak.

Sarmuji menuturkan, Nusron menemui langsung Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia untuk menyampaikan niatnya. Waketum Golkar Ahmad Doli Kurnia membenarkan: “Saudara Nusron memang sudah mengajukan pengunduran diri dari kepengurusan DPP Partai Golkar sejak beberapa bulan lalu.” 04d522a7

Ia mundur dari struktur, tapi tidak dari akar. Statusnya tetap kader, tetap anggota Golkar. “Iya beliau tetap menjadi anggota Golkar,” ujar Sarmuji. 04d5

Pertanyaannya: fokus ke hal lain yang mana? Sarmuji sendiri tak menjawab tuntas. “Saya tidak tahu persis alasannya,” ucapnya lirih, seperti menjaga jeda.

Kabar pengunduran ini mencuat di saat nama Nusron, yang kini menjabat Menteri ATR/Kepala BPN, tengah disorot lampu terang KPK. Lembaga antirasuah itu baru saja menetapkan delapan tersangka dalam dugaan suap pengurusan sertifikat dan HGB, empat di antaranya disebut sebagai orang kepercayaan Nusron. 04d5

Golkar memilih garis tegas: ini adalah keputusan lama, bukan manuver baru. Mundur yang senyap, yang baru terdengar gemanya setelah enam bulan disimpan dalam laci Ketua Umum.

Beringin tetap berdiri. Nusron memilih menepi dari dahannya, barangkali untuk menjaga jarak antara jabatan kementerian dan jabatan partai, atau barangkali untuk fokus merawat ladang pengabdian yang lain. Yang jelas, ia tidak menebang pohonnya. Ia hanya turun dari ranting kepengurusan.

Tinggalkan komentar

Sedang Tren