
Ada kursi yang bahkan belum sempat hangat diduduki.
JAKARTA, Sketsakini.com — Namanya Silfester Matutina. Pada 18 September 2026, ia diangkat menjadi Komisaris Independen PT Pelindo Jasa Maritim. Sebuah anak usaha Pelindo. Namanya masuk menggantikan Eris Herryanto yang diangkat sejak 25 Juni 2026.
Lima hari kemudian, pada 23 September 2026, kursi itu dicabut kembali.
“Benar, terdapat perubahan susunan Dewan Komisaris PT Pelindo Jasa Maritim, termasuk pengangkatan Pak Silfester Matutina sebagai Komisaris Independen,” ujar SVP Sekretaris Perusahaan Pelindo Jasa Maritim, Tubagus Patrick, kepada Kompas.com, Kamis (24/9/2026).
Pengangkatannya ditetapkan dalam Keputusan Para Pemegang Saham Di Luar RUPS Sirkuler. Pemberhentiannya juga oleh pemegang saham yang sama. Alasannya satu kalimat korporat yang selalu muncul dalam drama BUMN: “Setelah melakukan evaluasi dan mempertimbangkan berbagai hal.”
Lima hari. Bahkan belum sempat satu kali rapat triwulan.
Siapa Silfester? Publik mengenalnya bukan dari dunia kepelabuhanan. Ia adalah pendiri Solidaritas Merah Putih, Solmet, relawan Jokowi di Pilpres 2014. Sosok yang paling lantang membela Jokowi dari kritik. Menjelang 2024, ia berlabuh ke Prabowo-Gibran.
Setelah Prabowo-Gibran menang, ia sempat ditempatkan Menteri BUMN Erick Thohir sebagai Komisaris Independen ID Food, PT Rajawali Nusantara Indonesia, Maret 2025.
Namanya juga pernah masuk dalam pusaran hukum. Dilaporkan ke Bareskrim pada Mei 2017 atas dugaan fitnah terhadap Jusuf Kalla. Pada 2019, Kejagung menyatakan ia divonis 1,5 tahun penjara dan sudah inkrah. Pada Agustus 2025, muncul kabar ia belum menjalani vonis. Silfester sendiri mengatakan sudah ada perdamaian. “Saya beberapa kali, ada dua kali, tiga kali bertemu dengan Pak Jusuf Kalla,” katanya di Polda Metro Jaya, 4 Agustus 2025.
Kini, ia mencatat rekor lain: mungkin salah satu komisaris dengan masa jabatan terpendek dalam sejarah BUMN.
Lima hari. Datang lewat surat sirkuler, pergi lewat evaluasi.
Di dunia korporasi negara, kadang kursi komisaris bukan soal kompetensi pelabuhan, tapi soal pasang surut politik di darat. Dan pasang itu, seperti air laut, bisa datang dan pergi dalam lima hari saja.




Tinggalkan komentar