
Jakarta, Sketsakini.com- Jarak antara Jakarta dan Aichi-Nagoya lebih dari 5.000 kilometer. Tapi pada Kamis, 24 September 2026, jarak itu dipangkas oleh satu panggilan video.
Di ujung sana, kontingen Indonesia yang baru saja mengibarkan Merah Putih paling tinggi. Di ujung sini, Presiden Prabowo Subianto.
Momen itu diunggah Prabowo sendiri di akun Instagram-nya. Wajahnya di layar, suara yang berat tapi hangat.
“Terima kasih, Saudara-saudara sekalian. Terima kasih jerih payah Saudara-saudara. Kalian berhasil meraih medali emas pertama,” katanya.
Medali pertama itu datang dari tempat yang paling kita tunggu: bulutangkis. Dari cabang yang sudah berkali-kali menyelamatkan harga diri bangsa di multievent.
Prabowo mengulanginya lagi, seperti ingin memastikan pesan itu sampai.
“Selamat ya, terima kasih sekali lagi. Berjuang terus ya, terima kasih, selamat ya,” ucapnya.
Hingga Kamis itu, Indonesia sudah mengoleksi 1 emas, 4 perak, dan 16 perunggu. Masih di papan tengah. Tapi emas pertama selalu punya makna lebih dari sekadar angka. Ia adalah pemecah kebuntuan. Ia adalah bukti bahwa kita masih bisa.
Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya masih akan berlangsung hingga 4 Oktober. Masih ada puluhan final, masih ada puluhan lagu Indonesia Raya yang harus diperjuangkan untuk dikumandangkan.
Dan Prabowo menutup panggilannya dengan kalimat yang selalu ia pakai sejak menjadi letnan hingga presiden:
“Terima kasih atas perjuangan dan kerja kerasnya. Terus berjuang! Harumkan nama Indonesia.”
Di layar ponsel atlet itu, bukan hanya presiden yang bicara. Tapi 280 juta orang di belakangnya, yang untuk sesaat, melupakan hiruk pikuk politik dan kembali menjadi satu: pendukung tim Merah Putih.




Tinggalkan komentar